puisi bencana

Bencana

Berdiriku di tepi pantai
Meratapi semua yang terberai
Mengingat bencana yang datang berantai
Melihat tanah kelahiranku yang tersangrai
Ku coba kuatkan hati bagai perisai
     Sabar, sabar, sabar!
     Terdengar olehku bisikan
     nan samar
     Heranku sebentar
     Adakah ku belum cukup
     Sabar?
     Kurangkah ku cukup
     tegar?
     Melihat duniaku yang
     hancur tak terbayar
Kini semua telah terlantar
Harta benda banyak tersasar
Orang-orang tak berdosa banyak terkapar
Akibat bencana yang datang melanggar.

        Karya:Ayu Md Nopri Yanti




            Rindu
(Cipt:Ayu Made Nopri Yanti)


Entah kapan,seperti apa,dan bagaimana kau pergi aku tak pernah tahu
Hanya satu hal yang kutahu
Bahwa aku teramat merindukanmu
Merindukan tentang perhatianmu kepadaku
Perhatian yang dahulu membuatku terpaku
  Bahagiaku bertemu denganmu
  Tetapi itu mustahil bagiku
  Karna kau telah melupakanku
  Dan pergi bersama orang baru
Aku benci....
Teramat benci!
Benci terhadap takdir yang membuatku begitu mencintaimu
Sungguh tak ada yang lebih ku harapkan selain dirimu.



         Anak Sastra SMP Negeri 1 Banjarangkan
       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

puisi cinta

Guru

puisi tuhan