Puisi Hujan

Hujan
Karya:Gung Sintya Pradnyani

Setiap tetesan airmu menimbulkan rindu
Rindu yang selama ini terpendam
Tak bisa ku sampaikan lewat ucapan
Tetesanmu mengingatkan semua kenangan
Kenangan yang indah bersamanya
Hujan...
Tolong sampaikan rinduku pada dirinya
Lewat setiap tetesan airmu
Karna aku yakin bahwa engkau bisa mengingatkannya
Akan kenangan itu bersamaku
Dan engkau adalah penyampai rinduku padanya



Pohon Di musim Kemarau
Karya:Gung Sintya Pradnyani

Engkau berdiri kokoh di halaman
Terkena terik matahari di musim kemarau
Panas cahayanya sangat tajam bagaikan jarum
Membuat semua daunmu jatuh berguguran
Engkau membutuhkan tetesan air untuk tumbuh
Namun tidak ada satu orang pun yang bersimpati
Tetapi engkau tetap bertekad untuk tumbuh
Tumbuh menjadi pohon yang rindang
Yang memberi keasrian untuk alam


Anak Sastra
SMP Negeri 1 Banjarangkan






IBU
Karya:Gung Sintya Pradnyani

Kasih sayang mu seperti angin
Tidak bisa aku lihat tapi bisa aku rasakan
Pelukan mu seperti cahaya
Tidak membakar tapi menghangatkan
Amarahmu seperti batu
Keras tapi tidak menyakitkan
Nasehatmu seperti air
Yang jatuhnya menumbuhkan kebaikan
Seperti selembar kertas putih yang terkena tinta
Nama mu akan selalu ada dalam sanubariku


Anak Sastra
SMP Negeri 1 Banjarangkan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

puisi cinta

Guru

puisi tuhan