Puisi Hari Guru

Pengandi untuk Negeri
cipt. Dwikjoenk

engkau bagai cahaya
yang menerangi kegelapan
sehingga orang-orang mampu berjalan
diantara gelapnya lorong-lorong
sinarmu lembut
mampu menghangatkan jiwa-jiwa yang beku

engkau laksana embun penyejuk
yg memberikan kesejukan
disaat hati ini mulai merasa gundah
segala ucapmu adalah semangat dijiwa kami
kata-katamu mampu melukiskan warna
merah, kuning, hijau, jingga

kau telah menoreskan segala warna
hingga kami menjadi pelangi-pelangi yang indah
kau mampu mengubah imajinasi kami
yang engkau tuang dalam goresan-goresan kuas
hingga menjadi warna yang nyata

kau adalah sosok pahlawan bagi kami
kau adalah panutan dalam hidup kami
kau adalah jiwa dari jiwa

bagai lilin yang mencair
engkau rela membakar dirimu
demi menerangi dunia yang gelap
cahayamu lembut
bagai sutra
pengabdi untuk negeri
kaulah pahlawan tanpa tanda jasa



Membajak
oleh: Dwijoenk

ketika mentari mulai bersinar
kau mulai beranjak
dengan seragammu
tas gendongmu yang selalu di punggung
dan siap untuk menebar bibit-bibit
yang telah kau siapkan dalam tasmu

langkahmu tak pernah lelah
senyummu tak pernah pudar
dan semangatmu tak pernah kekang oleh waktu
kau selalu setia disetiap lamgkahmu

setiap hari
kau membajak sawahmu
kau buat aliran-aliran kecil
untuk menyirami tanah-tahan yang kering
tak kau biarkan tersisa sedikitpun
dan kau gemburkan setiap jengkal tanah itu
kemudian kau tanam bibit-bibit di setiap celah
kau rawat setiap hari
kau pupuk selalu
tak kau biarkan orang merusaknya
hingga bibit-bibit itu tumbuh menjadi sebuah tanaman yang berkwaliatas

ketika kau puas, kau tersenyum
kau sangat bangga
melihat semua yang kau tanam
akan menjadi tumbuhan yang berguna
untuk semua orang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

puisi cinta

Guru

puisi tuhan